Sunday, January 25, 2015

An Idea for Starting Do Make Up Reviews




Hi All!

It's been long time not posting on my blog and I'm kinda miss it so much. Well, I guess I have posted a lot of things such as fashions and travel experiences and suddenly I realize that I haven't did any make up reviews at all, since I love make up so much you can't imagine. Yes. My addiction and interest to make up is like crazy and I always craving for something new, something best, and do a great job. And, yeah not only the make up but literally everything about it. Start from the make up itself until their accecories.

I also have a great idea to share how i did my make up and some tutorial for all the beutiful girls out there. Even I'm not a professional but I really hope that my reviews or my make up tutorial are informative enough and thank God if it intersting for you too

So, I will start to share my experience and interest in make up and I hope it gives you more information towards new products, and their goodness or vice versa. Hope you like it!



Love,

-Rani-

Saturday, August 17, 2013

Fresh in Stripes

enjoy your day in fresh outfits :*








We will always have a new beginning of something. 
Start it up with all your courage and energy. Make it fresh, folks :)

Saturday, July 27, 2013

How One Day I Promise to be A Good Mother





            Setiap ibu adalah yang terbaik bagi anak mereka. Namun ada kala nya seorang anak belajar apa yang mereka inginkan, dan apa yang tidak. Betapa ternyata seorang anak belajar apa itu artinya keterlambatan. Hal yang tidak bisa kamu ulang dalam fase hidup yang lain. Apapun bentuknya. Seseorang tumbuh dalam karakter-karakter kecil yang sedemikian rupa dan kemudian tersusun membentuknya tumbuh menjadi seseorang. Seseorang yang paling tidak, sangat ia kenal. Betul-betul ia kenal.


            Saya adalah salah satunya. Salah satu anak yang belajar apa yang ia inginkan dan tidak ia inginkan. Anak yang memahami apa itu sebuah keterlambatan, dan merasa ia bagai gelas yang tak pernah penuh dengan sesuatu yang diinginkan memenuhinya. Seseorang yang belajar betapa bukit kematangan sosial seseorang terbentuk sedikit demi sedikit dari bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungannya, terutama orang tuanya. 


Ibu adalah sosok yang seringkali dijadikan simbol kasih sayang dan inspirasi oleh hampir setiap orang. Saya, sampai saat ini selalu mengagumi bagaimana masyarakat dalam budaya Barat mampu dengan lebih mudah mengutarakan apa yang mereka rasakan pada anak-anak mereka, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini sama sekali tidak berkaitan dengan penilaian budaya dalam bentuk apapun. Pun yang saya kagumi dan tangkap adalah apa yang seringkali saya tonton di film-film mancanegara. Jadi fairly, katakanlah yang saya kagumi adalah pada apa yang saya lihat di film, which is touching buat saya. Saya selalu kagum dengan bagaimana asertifnya mereka (di film-film itu) meminta anak mereka untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, mengutarakan bagaimana cinta dan sayangnya mereka satu sama lain, bagaimana mereka tidak canggung meminta maaf satu sama lain, bagaimana seorang ayah/ibu dengan lembutnya membacakan dongeng atau bernyanyi dan mencium kening anak-anak mereka, even bagaimana mereka arguing dengan anak mereka. Karena katakanlah, saya tidak merasakan hal itu terjadi pada diri saya.


Saya dan orang tua saya, terutama ibu saya sangat susah atau bahkan hampir tidak pernah mengungkapkan secara langsung rasa sayang dan cinta masing-masing, meskipun untuk sebagian orang ungkapan secara langsung itu mampu tergantikan dengan tindakan nyata, tapi bagi saya itu perlu. Sebagian besar porsinya karena rasa malu. Anak-anak butuh tahu dan butuh mendengarkan langsung bagaimana orang tua mereka sangat menyayangi mereka dan begitupun dengan mereka. Saya dan keluarga saya juga sangat canggung mengutarakan perasaan dan meminta maaf satu sama lain, betapapun inginnya kami. Meski kami pun sama-sama telah saling memaafkan dalam hati, hanya saja seorang anak juga perlu mendengar bagaimana orang tua mereka mengajarkan mereka mengakui sebuah kesalahan dan meminta maaf. Sehingga kelak, lidahnya tidak akan kelu untuk mengucap maaf, dan ia tidak akan pernah terlambat untuk meminta maaf. Saya belajar banyak bahwa betapa kata-kata yang diucapkan oleh orang tua mampu menancap kuat bertahun-tahun pada seorang anak, dan saya akan berhati-hati mengucapkan apapun pada anak-anak saya.


Gambaran orang tua yang membacakan dongeng, bernyanyi kecil, dan mengucapkan selamat tidur sembari mencium kening adalah satu hal terindah dan terbaik yang menjadi gambaran bagi saya apa yang bisa saya lakukan nanti untuk anak-anak saya. Even saya tidak memiliki harta yang melimpah ruah untuk membelikan mereka berbagai mainan terkini atau yang setiap mereka inginkan, saya bisa memberikan rasa aman bagi mereka, mereka bisa merasakan perhatian dan kasih sayang saya sesungguhnya hingga mereka lelap, dan memberikan hal yang lebih dari harta apapun: imaginasi, mimpi, cita-cita..sesuatu yang tidak mereka dapatkan dari uang dan tidak mampu saya beli dengan uang. Betapa pula saya ingin berdebat dengan anak-anak saya seperti saya berdiskusi dengan orang-orang yang saya sayangi, dengan cara-cara yang halus, tegas, dan hormat meski mereka adalah anak-anak saya. Mereka akan belajar bagaimana mereka akan tetap menaruh hormat pada saat mereka berdebat dengan seseorang, dan bagaimana mereka akan tetap bersikap lembut, tegas, dan sopan dikala mereka dalam amarah.


Betapa inginnya saya membentuk karakter itu dalam diri anak-anak saya. Begitu menyadarinya, Saya berjanji pada diri saya sendiri akan menjadi orang tua yang baik. Ibu yang baik. Memasak makanan yang mereka sukai, tidak melewatkan bekal sekolah mereka, menyapih mereka dalam hak dua tahun mereka, mengajarkan membaca dan mengaji, menanamkan kecintaan pada banyak hal, ada dalam setiap saat-saat penting bagi mereka, selalu memiliki waktu di antara kesibukan saya demi mengatakan saya mencintai mereka dan betapa berartinya mereka dalam hidup saya..bahkan jauh sebelum mereka lahir ke dunia.


          Masa lalu kita, betapa pun sulit dan terlambat untuk kita. Kita tidak akan pernah membuatnya terlambat untuk anak-anak kita. Hidup kita yang kita rasa kurang, bukan berarti tidak sempurna. Hanya saja jika kita merasa bisa membuatnya berjalan lebih baik, maka lakukan. Tuhan memberikan kita kekuatan untuk memperbaiki apa yang kurang dalam hidup kita, pada hidup anak-anak kita kelak. Dan sekali lagi berjanjilah bahwa saya, anda, kita semua akan menjadi seorang Ibu yang baik sekuat yang kita mampu.


                                                                                                           Love,
                                                                                                           Rani
                                                  *     *    *
 Developmental Psychology, bonding

Thursday, August 02, 2012

I Want To Hold Your Hand

 

When I'll say that something
I wanna hold your hand
I wanna hold your hand
I wanna hold your hand,

And when I touch you I feel happy
Inside
It's such a feeling that my love
I can't hide..

Tuesday, July 31, 2012

Indulge Your Kid Side



Just another absurd photo which taken in the backyard of my faculty. And yes, That is Banyan tree ;p

Oh..a girl who just wanna have fun

Love, Your Rani

Monday, July 30, 2012

Dream Gowns

Every girls must be ever imagine about their wedding. Dream Wedding. And what If we talk about wedding, girls always dreaming a time when they wearing a beautiful gown and marvelous make up...and look pretty different on their "it" day. Me too:)

Well, a couple weeks ago I found some gorgeous picts of Wedding Gowns from a well-known designer: Vera Wang. And, I think that maybe it could inspired you  for making your personal wedding gown. You can check the website too in here
These are how the gowns look:







hopefully those adorable gown could inspire you..

love, Your Rani

Sunday, July 29, 2012

M.A.N.A.D.O

Hello souls,
It's nice to write again after my long hibernation :p
Well, Approximately on May 30th, I've visited Manado for my duty as a tourism ambassador of Surabaya (So sorry I just can only post it today) . And I'd loved to tell my trip story in Indonesian, cuz I just feel it could be more expressive. And, here you go..

Day 1 :
Hari Pertama di Manado adalah hari dimana kita disambut dengan suasana yang begitu berbeda. Entah perbedaan ini karena corak budaya nya yang khas atau karena saya harus mulai terbiasa dengan logat bahasa yang "manado punya". Hahaha..whatever,tetep interesting ko'. 
Penerbangan dari Surabaya - Manado memakan waktu selama kurang lebih 2 jam perjalanan (by air plane). dan taraaa...sampailah kita di Bandara Udara Sam Ratulangi. FYI, perbedaan waktu Surabaya (WIB) dengan Manado (WITA) adalah 2 jam. So, if wanna go there make sure that you re-set your watch. Kalo engga' juga ga papa sih, itu juga kalo ke sana nya cm beberapa hari kaya saya. Setelah kita nunggu koper-koper, pohon-pohon (buat nanem pohon bersama), ngurusin ini itu, dadadadada..kita langsung menuju Aston Hotel buat check in (sedih pisah hotel sm pasangan tugas saya a.k.a cak Aryang yang nginepnya di Peninsula Hotel *sigh* *rada ngiri juga*). 

Mood saya lagi bagus karna tadi termasuk fun flight buat saya tapi engga buat ibu-ibu di belakang saya. Pilot nya sempet atraksi miring-miringin pesawat ke kanan dan ke kiri, dan ibu-ibu di belakang saya udah nutup mata sambil istighfar dan ngeluarin suara kaya orang kepedesan. Sementara saya cuma cengar-cengir dan malah ketawa-tawa. fun flight ini juga karena saya liatin pemandangan bukit-bukit hijau, gunung-gunung, dan sungai yang berkelok panjang. Beautiful :)
 
Setelah check in, saya engga mau menyia-nyia kan kesempatan dan langsung menuju Danau Tondano. Rencananya sih sekalian makan siang di sana. Cari yang berbau seafood di sini ga susah, malah guampang buuanget. Sampai saya "bosen" liat wajah ikan-ikan yang ga berdosa itu saya embat. Bisa dibilang hampir tiap hari (read: 3x dalam sehari) saya makan seafood di sini. So far...tetap menyenangkan, menyadari sejarah kuliner di Manado itu super ekstrim. Ditambah waktu liat brosur di pesawat bagian culinary in Manado, yang saya baca adalah paniki (kelelawar), RW (anjing), ular, berbagai olahan babi dan kawan-kawannya. WOW! wanna try? hehe :p
PS: kalo mau makan tanyain dulu itu daging apaan. Soalnya kalo kita balikin makanan atau membauin makanan nya itu disrespectful alias ga sopan. Oya, makanan di Manado mostlu hot and spicy ya.

Sepanjang perjalanan saya menuju ke Danau Tondano, yang saya cermati adalah: kenapa ya kok atap-atap rumah di Manado itu terbuat dari seng dan bukan pakai genteng kaya rumah-rumah pada umumnya? emang dasarnya ngulik, saya tanyakanlah itu ke bapak supir yang marganya Wolff (double f dan bukan Wolf soalnya kata si bapak biar jinak serigalanya. Jiiiaahh). Menurut bapak Wolff ini (sebut saja demikian), Manado itu masih banyak gunung vulkano yang aktif dan bisa erupsi sewaktu-waktu. Kalo udah begitu, debu dan rombongannya bakalan buanyak banget dan pasti menebal. Nah, fungsi atap seng ini adalah biar gampang ngebersihin rumahnya. WUIH, alasannya sederhana sekali ya.Hahaha..sudahlah.
Next, kita sampe di Danau Tondano, Tomohon, Minahasa. Udaranya sejuk banget dan sempet ujan waktu di perjalanan tadi. Tapi kebayar banget sama pemandangan danaunya yang luar biasa keren menurut saya. Di sepanjang Danau Tondano ini ada berderet rumah makan apung yang bener-bener ngapung alias di atas danau, dengan hiasannya itu enceng gondok yang bertebaran kaya "rumputnya". Keputusan kita adalah makan di Lour Resto. Disambutlah kita dengan ikan koki peliharaan di resto yang guede-guede kaya raksasa dan ajaibnya makanan tuh ikan adalah sisa makanan kita, which is ikan juga. Nah loh, kanibal dong? yah tapi emang begitu .. 

bla..bla..bla..bla, makanan dateng!! Ikan semua, dan macem-macem. Saya paling demen sama ikan Woku, enak deh :9. Ada yang khas lagi nih dari Tondano yaitu udang yang kecil-kecil banget trus digoreng pake tepung gitu. Makannya sambil tega ga tega, tapi enak..nagih. haha! Di tiap seafood yang kita pesen pasti ada sambal khas yang rasanya unik dan enak. Sambal di sana tuh seger, karena ga digoreng. Jadi cuma di irisin lembut dan pake tomat yg dipotong dadu. Asem-asem pedes gimanaa gitu. Sambalnya macem-macem tapi tetep seger. Selama kita makan, hal yang saya perhatikan adalah PASTI di tiap restoran di Manado ada yang namanya organ/piano dan PASTI BERNYANYI. Orang Manado suka banget nyanyi dan bermusik gitu, hehe..seru ya!

Selama perjalanan ke Tondano tadi, kita juga ngelewatin suatu tempat yang namanya Tataaran. Hal unik dari Tataaran adalah KATANYA, bagian sebelah kanan jalan (menuju Tondano) airnya adalah air dingin. Sedangkan di sebelah kiri jalan, air yang mengalir adalah air panas. Makanya, di sebelah kiri banyak banget pemandian air panasnya. Saya sempet ga percaya juga tapi begitulah yang terjadi :p
Ada juga rumah mantan walikota Manado yang dijuluki Benteng Takeshi saking karena bentuknya kaya benteng gitu. Tapi yang paling saya kagumi adalah rumah-rumah panggung tradisional yang terbuat dari kayu. Gilaaa...itu buaguss buangetttt dan bentuknya lucu-lucu lagi. Kaya ada di dongeng-dongeng gitu rasanya. Sempet angan-angan bangun rumah model gitu, heuheu..Kebanyakan rumah-rumah itu kalo gapunya pribadi ya dibuat penginapan.

Oke, malam harinya kita menghadiri Gala dinner yang fungsinya adalah penyambutan dari Walikota Manado kepada para tamu undangan. Bahasa Manadonya selamat datang itu Selamat Baku Dapa. Suasananya romantis di pinggir laut dan tempat acara itu adalah salah satu bagian dari hasil reklamasi pantai di Manado. So, reklamasi pantai adalah proses penambahan daratan dengan membuat daratan baru pada suatu daerah perairan/pesisir pantai atau daerah rawa . Fungsi daerah reklamasi biasanya adalah untuk kepentingan komersial yang mendatangkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sini juga kita belajar istilah "Kita torang samua basudara" (Kita semua bersaudara).Why oh why? meskipun mayoritas penduduk Manado adalah umat Kristiani, namun kehidupan beragama di Manado terasa sangat selaras :)
Note: kita sempetin makan di restaurant seafood di seberang yang namanya Wisata Bahari dengan menu yang tidak jauh beda: asparagus kepiting, ikan Woku, cumi, dan gerombolannya.




Day 2 :
Di hari kedua ini acara utama saya adalah bertugas sebagai duta pariwisata Kota Surabaya dalam Indonesia City Expo 2012 dan APEKSI 2012. Acara ini adalah suatu ajang dimana seluruh kota di Indonesia menampilkan hasil kerajinan (UKM) maupun promosi wisata khas daerah masing-masing. Hal yang paling super seru adalah kita berasa keliling Indonesia dengan jalan kaki. Gimana engga? booth -booth ini mencakup seluruh kota di Indonesia dengan setiap ciri khas kota masing-masing. Di sana juga terasa lucu karena kita jadi dengerin berbagai logat dan aksen daerah yang beda-beda dan setiap booth juga di desain dengan nuansa khas daerah tersebut. COOL!
Oya, sebelum berangkat tadi kita disuguhin yang namanya Tari Perang asli dari Manado. Pakaiannya unik, orangnya serem-serem. Serem soalnya badan nya gedhe dan dempal-dempal banget dengan aksesoris serba tulang dan bawa senjata berupa pedang yang entah itu bisa buat bacok beneran atau kah engga' :x

Hari ini kita sibuknya adalah bertugas tapi tetep fun. Sambil shopping juga. HAHAHA! *devil's laugh*
Kita puterin tuh booth-booth dari mulai liat ikan cupang di stand-stand kota Jakarta yang lucu-lucu, mintain brosur ke semua daerah, liat batuan mulia di stand daerah kalimantan, kerajinan perak dari Jogja, beli tas yang super kyut dari kain Ulos, beli kopi luwak yang harganya fantastis (Sstt..Kita cuman nyobain beli 2 bungkus. LOL!) dan masih buanyaaakk lagi...and what?semua itu MENYENANGKAN!
Kota Surabaya sendiri dengan bangga menyajikan hasil kerajinan (UKM) mulai dari anyaman enceng gondok yang unik-unik, kain lukis dan sepatu kulit, berbagai aromatherapy, dan makanan khas kaya terung atau timun laut dan lain sebagainya. Great experience itu juga karena Surabaya punya track record yang baik di mata masyarakat Manado, termasuk untuk Walikota Surabaya tercinta. Ibu Tri Risma Harini (Proud of you so much, bu :') )


Setelah ha-ha-hi-hi berfoto sama para pengunjung dan duta wisata lainnya, kita cus makan malem karna si perut udah keroncongan banget. Oya malam ini kita bakal makan di Rumah Makan Nelayan yang desainnya unik karena ada kapal benerannya yang dibuat tempet makan. Wuih.. dan tetap kita makan SEAFOOD :D:D dengan menu yang sama :) asparagus kepiting, tumis kangkung, tumis pakis, ikan-ikan an, sambal tomat, gurita and so on..





Day 3:
Di Hari ketiga, saya melanjutkan tugas saya di Indonesia City Expo. Pengunjung  semakin membludak dan saya semakin antusias bertugas. Yang mau saya ceritakan hari ini justru suasana Manado nya. Pagi tadi saya nyesel banget ga nyobain bubur Manado dan malah milih plain porridge yang biasa aja. Saya pikir rasanya mah ga akan jauh beda dan nyeselnya adalah ketika udah sampe di Surabaya :'( 
Saran cobalah bubur Manado (Tinutuan) dan cakalang fufu kalo kesana. 

Hal yang menarik banget buat saya juga adalah ANGKOT! How come? angkot a.k.a bemo di Manado itu unik banget. Soalnyaaa, 1) Suka ngebut kalo nyopir ga kira-kira. 2) Desainnya unik dengan lampu-lampu disco dan warna interior yang mentereng, dan musik di malam hari yang kuenceng bak lagi di pub. Meriaaahh banget deh bemo di sana. 3) Jauh-dekat 2 ribu rupiah saja, dijabanin mau kemana (entah kl sekarang). 4) Kursinya ga adep-adepan kaya bemo di Surabaya. Tapi adep depan semua yang isinya bisa sekitar 7-8 orang. Salut deh sama bemo-bemo di sana. LOL!!


 Note: Karena tadinya udah makan di Resto Wahaha yang lagi-lagi seafood, Siangnya  kita "mangkir" makan di Mc D di depan tempet acara wich is langsung ngadep laut. Itungannya kamu bisa jalan kaki dan langsung nyebur ke laut dimana saat itu ada rombongan US Army lagi ngelatih di situ. Baru kali itu deh, saya makan Mc D yang ngadepnya langsung ke laut dan bisa liat pulau Bunaken <3 <3 (rani norak deh)


Malemnya kita belanja souvenir dan cemilan khas dari Manado. Kue khas Manado itu adalah Klapertaart, yang terbuat dari kelapa muda dan dipanggang nya gaya-gaya Western gitu. FYI, Klappertaart ini ga bisa tahan lama-lama. Jadi usahakan pesen pas mau pulang. Cemilan kahs lainnya adalah kacang-kacangan kaya kacang disco dan berbagai olahan kenari.


Day 4 :
Saya menyebut hari ini ini dengan sebutan "Hari Plesir Se dunia", hoho..karena inti kegitan hari ini adalah plesir alias jalan-jalan. Guess what? kita menuju ke Pulau Bunaken!! yay :D
Dari pinggir pantai kita musti naik kapal dulu selama kurang lebih 15-20 menit. Nah, abis dari kapal ini kita ganti kapal yang ada kaca nya dibawah. Kaya yang di Bali itu..jadi si bapak kapal (demikian saya menyebutnya) ngelapin dulu kacanya biar jernih. trus kita dibawa ke spot-spot yang pemandangan bawah lautnya bagus. Pertama sih cuma blukutuk-blukutuk gelembung gitu, burem..tapiiii abis ituuuu begitu kapal mulai pelan dan tenang jalannya, Subhanallah... itu pemandangan bawah laut paling keren yang pernah saya liat. Karang nya indah-indah banget, clown fish, anemon laut, bintang laut, dan ikan-ikan yang aduuuh cute-cute sekali dan ga ngerti namanya apaan.Baguuuusss banget, Tuhan :))))


Kelanjutan dari wajah mupeng-pengen-nyemplung kita dikabulkan oleh tour leader kita. Dan saya langsung sumringah begitu snorkling masuk daftar acara hari itu. HAHAHAHA!! Thank God!
Keindahan bawah laut itu semacam menyihir saya untuk masuk laut ga peduli saya bawa baju ganti apa engga (dan FYI, saya ga bawa) and I don't care. Baju bisa dibeli tapi experience itu ga bakal ke ulang dua kali (*Catet*)


Begitu menepi,perlengkapan snorkling langsung diangkut. Baju selam, kaki katak, dan tentu alat snorkle nya. Cowo'-cow di rombongan saya pada ganti di kapal dan saya disuruh ngadep laut. Helooo..saya dengan senang hati lah liat laut daripada ngeliatin mereka ganti. Hahha! Dan tadaaa..saya cewe' sendiri yang snorklingan. Ah, bodo amat dah. PD saya kan selangit meskipun jujur itu pengalaman snorkling pertama saya :p
perbedaannya adalah, sebagai cew atu-atunya, saya ganti di kamar mandi kapal :D


Kapal kami mulai merangsek ke tengah laut, ke tempat spot-spot yang pemandangan bawah lautnya oke. Hal pertama yang harus saya pelajari adalah bernapas lewat mulut! Buat yang belum pernah snorkling, alat snorkle itu adalah kaya kaca mata renang dengan semacam selang yang ujungnya kita masukin mulut dan ujung lainnya untuk ambil udara di atas permukaan air. So, otomatis kita ga mungkin napas pake idung. Biasakanlah napas pake mulut dan janjian dulu sama paru-paru untuk mengolah oksigen sebaik mungkin. Awalnya pasti susah, karena belum terbiasa tapi lama-lama gampang ko', banget malah. Trust me! selain bernapas, kamu juga harus bisa berenang. Dari cow-cow rombongan saya, yang terhitung bisa renang cuma dua. Saya dan pasangan tugas saya. Hahaha! (Bangga)


Oke, next adalah kita masuk laut.
Air laut di Bunaken ini terhitung hangat loh, sekitar 29 derajat celcius. Dan begitu masuk laut yang saya ucapin dalam hati cuma: SUBHANALLAH
Imagine, ikan yang bentuknya macem-macem dan warna warni renang seliweran di depan mata kamu langsung dan makan dari tangan kamu. Oya, kita dikasih sebungkus biskuit buat kasih makan ikannya. Ikan-ikan yang dulu cuma bisa saya liat dan "pikir" cuma ada di film-film itu sekarang renang asik sama saya. Amazing.. <3
Saya juga take underwater pict, but so sorry I can't share my picts right now. Janji deh nanti bakal saya share in another post.
Setelah kita asik sendiri-sendiri menjelajah terumbu karang, salah satu guide saya mengajak saya  pergi terpisah dari rombongan untuk melihat pemandangan lain yang lebih indah. Dan saya pun dipandu menjelajahi dinding-dinding terumbu karang yang anemon lautnya lucu-lucu dan lebih indah dari tempat saya snorkling tadi.
Oya tempat kita snorkling kan terhitung dangkal, saat kita berenang ke tempat yang lebih dalam (sumpah ini ngeri banget kalo liat bawah) airnya kerasa lebih sejuk (bukan dingin, beda loh). Sejuknya kaya ada angin sepoi-sepoi gitu...UUUuhhh...asiiik banget. Ga bo'ong deh. Kita berenang cukup jauh sampe akhirnya balik dan mengakhiri acara snorkling hari itu. 


Selepas bolang pasti yang teriak pertama kali adalah: perut. Dan abis mandi dan ganti baju kita langsung melipir jalan di bibir pantai untuk mencapai resto tempet makan siang kita. Di pantai Bunaken ini ada resort-resort mewah yang mana (sayangnya) punya orang italy. Hopefully, nanti pemerintah bisa lebih dominan dalam pengelolaan resort di berbagai pantai indah di Indonesia yah *pray*


Setelah berhasil mencapai resto, kita makan lahap banget sampe nambah-nambah. Menu nya tetep seafood :D
trus juga kita nyobain makan pisang kipas yang makannya dicocol sambal. Nah lo..unik kan. Pisangnya ga yang muanis dan lembek tapi jenis pisang yang ga terlalu manis dan aga crunchy gitu. Dan ini juga cemilan khas di Manado. Slurpp lah..
Sambil makan saya perhatiin anak-anak kecil di Bunaken ini maennya ud di laut. Kalo di komplek saya tuh anak umur dua tahunan maennya di lapangan, nah kalo di sini "halaman" atu "lapangannya" ya laut itu sendiri. Bahkan kaya nya mereka emang dilatih gitu. Wuih, ngiri liat maen di air laut kaya biasa aja padahal saya aja umur segitu masih main barbie ama rumah-rumahan (*ga patut dibanggakan*)


Selesai lah plesiran hari itu dan kita kembali pulang lewatin hamparan laut yang luas, liat hutan bakau di pinggiran, ngucapin sayonara sama terumbu-terumbu karang dan bulu babi yang keliatan dari permukaan laut. HHhhhh...great experience ever!

Day 5:
Time to back home and captured everything on my memory. Berdoa suatu saat saya bisa kembali ke Manado dan scuba diving di Lembeh atau dimanapun Manado would take me :) :) :)






Yap itu adalah lima hari saya di Manado. Lima hari saya yang menyenangkan. Lima hari saya yang ga bakal saya lupain. Dan lima hari saya ini semoga bisa kamu rasain juga suatu saat nanti saat berkunjung di Manado. See you soon, souls :* :*




Love, Your Ranee

Thursday, September 29, 2011

Be My Part, Like Chips In a Cookie

Having a sister is like having a best friend you can't get rid of. You know whatever you do, they'll still be there.
(Amy Li)