Tuesday, July 31, 2012

Indulge Your Kid Side



Just another absurd photo which taken in the backyard of my faculty. And yes, That is Banyan tree ;p

Oh..a girl who just wanna have fun

Love, Your Rani

Monday, July 30, 2012

Dream Gowns

Every girls must be ever imagine about their wedding. Dream Wedding. And what If we talk about wedding, girls always dreaming a time when they wearing a beautiful gown and marvelous make up...and look pretty different on their "it" day. Me too:)

Well, a couple weeks ago I found some gorgeous picts of Wedding Gowns from a well-known designer: Vera Wang. And, I think that maybe it could inspired you  for making your personal wedding gown. You can check the website too in here
These are how the gowns look:







hopefully those adorable gown could inspire you..

love, Your Rani

Sunday, July 29, 2012

M.A.N.A.D.O

Hello souls,
It's nice to write again after my long hibernation :p
Well, Approximately on May 30th, I've visited Manado for my duty as a tourism ambassador of Surabaya (So sorry I just can only post it today) . And I'd loved to tell my trip story in Indonesian, cuz I just feel it could be more expressive. And, here you go..

Day 1 :
Hari Pertama di Manado adalah hari dimana kita disambut dengan suasana yang begitu berbeda. Entah perbedaan ini karena corak budaya nya yang khas atau karena saya harus mulai terbiasa dengan logat bahasa yang "manado punya". Hahaha..whatever,tetep interesting ko'. 
Penerbangan dari Surabaya - Manado memakan waktu selama kurang lebih 2 jam perjalanan (by air plane). dan taraaa...sampailah kita di Bandara Udara Sam Ratulangi. FYI, perbedaan waktu Surabaya (WIB) dengan Manado (WITA) adalah 2 jam. So, if wanna go there make sure that you re-set your watch. Kalo engga' juga ga papa sih, itu juga kalo ke sana nya cm beberapa hari kaya saya. Setelah kita nunggu koper-koper, pohon-pohon (buat nanem pohon bersama), ngurusin ini itu, dadadadada..kita langsung menuju Aston Hotel buat check in (sedih pisah hotel sm pasangan tugas saya a.k.a cak Aryang yang nginepnya di Peninsula Hotel *sigh* *rada ngiri juga*). 

Mood saya lagi bagus karna tadi termasuk fun flight buat saya tapi engga buat ibu-ibu di belakang saya. Pilot nya sempet atraksi miring-miringin pesawat ke kanan dan ke kiri, dan ibu-ibu di belakang saya udah nutup mata sambil istighfar dan ngeluarin suara kaya orang kepedesan. Sementara saya cuma cengar-cengir dan malah ketawa-tawa. fun flight ini juga karena saya liatin pemandangan bukit-bukit hijau, gunung-gunung, dan sungai yang berkelok panjang. Beautiful :)
 
Setelah check in, saya engga mau menyia-nyia kan kesempatan dan langsung menuju Danau Tondano. Rencananya sih sekalian makan siang di sana. Cari yang berbau seafood di sini ga susah, malah guampang buuanget. Sampai saya "bosen" liat wajah ikan-ikan yang ga berdosa itu saya embat. Bisa dibilang hampir tiap hari (read: 3x dalam sehari) saya makan seafood di sini. So far...tetap menyenangkan, menyadari sejarah kuliner di Manado itu super ekstrim. Ditambah waktu liat brosur di pesawat bagian culinary in Manado, yang saya baca adalah paniki (kelelawar), RW (anjing), ular, berbagai olahan babi dan kawan-kawannya. WOW! wanna try? hehe :p
PS: kalo mau makan tanyain dulu itu daging apaan. Soalnya kalo kita balikin makanan atau membauin makanan nya itu disrespectful alias ga sopan. Oya, makanan di Manado mostlu hot and spicy ya.

Sepanjang perjalanan saya menuju ke Danau Tondano, yang saya cermati adalah: kenapa ya kok atap-atap rumah di Manado itu terbuat dari seng dan bukan pakai genteng kaya rumah-rumah pada umumnya? emang dasarnya ngulik, saya tanyakanlah itu ke bapak supir yang marganya Wolff (double f dan bukan Wolf soalnya kata si bapak biar jinak serigalanya. Jiiiaahh). Menurut bapak Wolff ini (sebut saja demikian), Manado itu masih banyak gunung vulkano yang aktif dan bisa erupsi sewaktu-waktu. Kalo udah begitu, debu dan rombongannya bakalan buanyak banget dan pasti menebal. Nah, fungsi atap seng ini adalah biar gampang ngebersihin rumahnya. WUIH, alasannya sederhana sekali ya.Hahaha..sudahlah.
Next, kita sampe di Danau Tondano, Tomohon, Minahasa. Udaranya sejuk banget dan sempet ujan waktu di perjalanan tadi. Tapi kebayar banget sama pemandangan danaunya yang luar biasa keren menurut saya. Di sepanjang Danau Tondano ini ada berderet rumah makan apung yang bener-bener ngapung alias di atas danau, dengan hiasannya itu enceng gondok yang bertebaran kaya "rumputnya". Keputusan kita adalah makan di Lour Resto. Disambutlah kita dengan ikan koki peliharaan di resto yang guede-guede kaya raksasa dan ajaibnya makanan tuh ikan adalah sisa makanan kita, which is ikan juga. Nah loh, kanibal dong? yah tapi emang begitu .. 

bla..bla..bla..bla, makanan dateng!! Ikan semua, dan macem-macem. Saya paling demen sama ikan Woku, enak deh :9. Ada yang khas lagi nih dari Tondano yaitu udang yang kecil-kecil banget trus digoreng pake tepung gitu. Makannya sambil tega ga tega, tapi enak..nagih. haha! Di tiap seafood yang kita pesen pasti ada sambal khas yang rasanya unik dan enak. Sambal di sana tuh seger, karena ga digoreng. Jadi cuma di irisin lembut dan pake tomat yg dipotong dadu. Asem-asem pedes gimanaa gitu. Sambalnya macem-macem tapi tetep seger. Selama kita makan, hal yang saya perhatikan adalah PASTI di tiap restoran di Manado ada yang namanya organ/piano dan PASTI BERNYANYI. Orang Manado suka banget nyanyi dan bermusik gitu, hehe..seru ya!

Selama perjalanan ke Tondano tadi, kita juga ngelewatin suatu tempat yang namanya Tataaran. Hal unik dari Tataaran adalah KATANYA, bagian sebelah kanan jalan (menuju Tondano) airnya adalah air dingin. Sedangkan di sebelah kiri jalan, air yang mengalir adalah air panas. Makanya, di sebelah kiri banyak banget pemandian air panasnya. Saya sempet ga percaya juga tapi begitulah yang terjadi :p
Ada juga rumah mantan walikota Manado yang dijuluki Benteng Takeshi saking karena bentuknya kaya benteng gitu. Tapi yang paling saya kagumi adalah rumah-rumah panggung tradisional yang terbuat dari kayu. Gilaaa...itu buaguss buangetttt dan bentuknya lucu-lucu lagi. Kaya ada di dongeng-dongeng gitu rasanya. Sempet angan-angan bangun rumah model gitu, heuheu..Kebanyakan rumah-rumah itu kalo gapunya pribadi ya dibuat penginapan.

Oke, malam harinya kita menghadiri Gala dinner yang fungsinya adalah penyambutan dari Walikota Manado kepada para tamu undangan. Bahasa Manadonya selamat datang itu Selamat Baku Dapa. Suasananya romantis di pinggir laut dan tempat acara itu adalah salah satu bagian dari hasil reklamasi pantai di Manado. So, reklamasi pantai adalah proses penambahan daratan dengan membuat daratan baru pada suatu daerah perairan/pesisir pantai atau daerah rawa . Fungsi daerah reklamasi biasanya adalah untuk kepentingan komersial yang mendatangkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sini juga kita belajar istilah "Kita torang samua basudara" (Kita semua bersaudara).Why oh why? meskipun mayoritas penduduk Manado adalah umat Kristiani, namun kehidupan beragama di Manado terasa sangat selaras :)
Note: kita sempetin makan di restaurant seafood di seberang yang namanya Wisata Bahari dengan menu yang tidak jauh beda: asparagus kepiting, ikan Woku, cumi, dan gerombolannya.




Day 2 :
Di hari kedua ini acara utama saya adalah bertugas sebagai duta pariwisata Kota Surabaya dalam Indonesia City Expo 2012 dan APEKSI 2012. Acara ini adalah suatu ajang dimana seluruh kota di Indonesia menampilkan hasil kerajinan (UKM) maupun promosi wisata khas daerah masing-masing. Hal yang paling super seru adalah kita berasa keliling Indonesia dengan jalan kaki. Gimana engga? booth -booth ini mencakup seluruh kota di Indonesia dengan setiap ciri khas kota masing-masing. Di sana juga terasa lucu karena kita jadi dengerin berbagai logat dan aksen daerah yang beda-beda dan setiap booth juga di desain dengan nuansa khas daerah tersebut. COOL!
Oya, sebelum berangkat tadi kita disuguhin yang namanya Tari Perang asli dari Manado. Pakaiannya unik, orangnya serem-serem. Serem soalnya badan nya gedhe dan dempal-dempal banget dengan aksesoris serba tulang dan bawa senjata berupa pedang yang entah itu bisa buat bacok beneran atau kah engga' :x

Hari ini kita sibuknya adalah bertugas tapi tetep fun. Sambil shopping juga. HAHAHA! *devil's laugh*
Kita puterin tuh booth-booth dari mulai liat ikan cupang di stand-stand kota Jakarta yang lucu-lucu, mintain brosur ke semua daerah, liat batuan mulia di stand daerah kalimantan, kerajinan perak dari Jogja, beli tas yang super kyut dari kain Ulos, beli kopi luwak yang harganya fantastis (Sstt..Kita cuman nyobain beli 2 bungkus. LOL!) dan masih buanyaaakk lagi...and what?semua itu MENYENANGKAN!
Kota Surabaya sendiri dengan bangga menyajikan hasil kerajinan (UKM) mulai dari anyaman enceng gondok yang unik-unik, kain lukis dan sepatu kulit, berbagai aromatherapy, dan makanan khas kaya terung atau timun laut dan lain sebagainya. Great experience itu juga karena Surabaya punya track record yang baik di mata masyarakat Manado, termasuk untuk Walikota Surabaya tercinta. Ibu Tri Risma Harini (Proud of you so much, bu :') )


Setelah ha-ha-hi-hi berfoto sama para pengunjung dan duta wisata lainnya, kita cus makan malem karna si perut udah keroncongan banget. Oya malam ini kita bakal makan di Rumah Makan Nelayan yang desainnya unik karena ada kapal benerannya yang dibuat tempet makan. Wuih.. dan tetap kita makan SEAFOOD :D:D dengan menu yang sama :) asparagus kepiting, tumis kangkung, tumis pakis, ikan-ikan an, sambal tomat, gurita and so on..





Day 3:
Di Hari ketiga, saya melanjutkan tugas saya di Indonesia City Expo. Pengunjung  semakin membludak dan saya semakin antusias bertugas. Yang mau saya ceritakan hari ini justru suasana Manado nya. Pagi tadi saya nyesel banget ga nyobain bubur Manado dan malah milih plain porridge yang biasa aja. Saya pikir rasanya mah ga akan jauh beda dan nyeselnya adalah ketika udah sampe di Surabaya :'( 
Saran cobalah bubur Manado (Tinutuan) dan cakalang fufu kalo kesana. 

Hal yang menarik banget buat saya juga adalah ANGKOT! How come? angkot a.k.a bemo di Manado itu unik banget. Soalnyaaa, 1) Suka ngebut kalo nyopir ga kira-kira. 2) Desainnya unik dengan lampu-lampu disco dan warna interior yang mentereng, dan musik di malam hari yang kuenceng bak lagi di pub. Meriaaahh banget deh bemo di sana. 3) Jauh-dekat 2 ribu rupiah saja, dijabanin mau kemana (entah kl sekarang). 4) Kursinya ga adep-adepan kaya bemo di Surabaya. Tapi adep depan semua yang isinya bisa sekitar 7-8 orang. Salut deh sama bemo-bemo di sana. LOL!!


 Note: Karena tadinya udah makan di Resto Wahaha yang lagi-lagi seafood, Siangnya  kita "mangkir" makan di Mc D di depan tempet acara wich is langsung ngadep laut. Itungannya kamu bisa jalan kaki dan langsung nyebur ke laut dimana saat itu ada rombongan US Army lagi ngelatih di situ. Baru kali itu deh, saya makan Mc D yang ngadepnya langsung ke laut dan bisa liat pulau Bunaken <3 <3 (rani norak deh)


Malemnya kita belanja souvenir dan cemilan khas dari Manado. Kue khas Manado itu adalah Klapertaart, yang terbuat dari kelapa muda dan dipanggang nya gaya-gaya Western gitu. FYI, Klappertaart ini ga bisa tahan lama-lama. Jadi usahakan pesen pas mau pulang. Cemilan kahs lainnya adalah kacang-kacangan kaya kacang disco dan berbagai olahan kenari.


Day 4 :
Saya menyebut hari ini ini dengan sebutan "Hari Plesir Se dunia", hoho..karena inti kegitan hari ini adalah plesir alias jalan-jalan. Guess what? kita menuju ke Pulau Bunaken!! yay :D
Dari pinggir pantai kita musti naik kapal dulu selama kurang lebih 15-20 menit. Nah, abis dari kapal ini kita ganti kapal yang ada kaca nya dibawah. Kaya yang di Bali itu..jadi si bapak kapal (demikian saya menyebutnya) ngelapin dulu kacanya biar jernih. trus kita dibawa ke spot-spot yang pemandangan bawah lautnya bagus. Pertama sih cuma blukutuk-blukutuk gelembung gitu, burem..tapiiii abis ituuuu begitu kapal mulai pelan dan tenang jalannya, Subhanallah... itu pemandangan bawah laut paling keren yang pernah saya liat. Karang nya indah-indah banget, clown fish, anemon laut, bintang laut, dan ikan-ikan yang aduuuh cute-cute sekali dan ga ngerti namanya apaan.Baguuuusss banget, Tuhan :))))


Kelanjutan dari wajah mupeng-pengen-nyemplung kita dikabulkan oleh tour leader kita. Dan saya langsung sumringah begitu snorkling masuk daftar acara hari itu. HAHAHAHA!! Thank God!
Keindahan bawah laut itu semacam menyihir saya untuk masuk laut ga peduli saya bawa baju ganti apa engga (dan FYI, saya ga bawa) and I don't care. Baju bisa dibeli tapi experience itu ga bakal ke ulang dua kali (*Catet*)


Begitu menepi,perlengkapan snorkling langsung diangkut. Baju selam, kaki katak, dan tentu alat snorkle nya. Cowo'-cow di rombongan saya pada ganti di kapal dan saya disuruh ngadep laut. Helooo..saya dengan senang hati lah liat laut daripada ngeliatin mereka ganti. Hahha! Dan tadaaa..saya cewe' sendiri yang snorklingan. Ah, bodo amat dah. PD saya kan selangit meskipun jujur itu pengalaman snorkling pertama saya :p
perbedaannya adalah, sebagai cew atu-atunya, saya ganti di kamar mandi kapal :D


Kapal kami mulai merangsek ke tengah laut, ke tempat spot-spot yang pemandangan bawah lautnya oke. Hal pertama yang harus saya pelajari adalah bernapas lewat mulut! Buat yang belum pernah snorkling, alat snorkle itu adalah kaya kaca mata renang dengan semacam selang yang ujungnya kita masukin mulut dan ujung lainnya untuk ambil udara di atas permukaan air. So, otomatis kita ga mungkin napas pake idung. Biasakanlah napas pake mulut dan janjian dulu sama paru-paru untuk mengolah oksigen sebaik mungkin. Awalnya pasti susah, karena belum terbiasa tapi lama-lama gampang ko', banget malah. Trust me! selain bernapas, kamu juga harus bisa berenang. Dari cow-cow rombongan saya, yang terhitung bisa renang cuma dua. Saya dan pasangan tugas saya. Hahaha! (Bangga)


Oke, next adalah kita masuk laut.
Air laut di Bunaken ini terhitung hangat loh, sekitar 29 derajat celcius. Dan begitu masuk laut yang saya ucapin dalam hati cuma: SUBHANALLAH
Imagine, ikan yang bentuknya macem-macem dan warna warni renang seliweran di depan mata kamu langsung dan makan dari tangan kamu. Oya, kita dikasih sebungkus biskuit buat kasih makan ikannya. Ikan-ikan yang dulu cuma bisa saya liat dan "pikir" cuma ada di film-film itu sekarang renang asik sama saya. Amazing.. <3
Saya juga take underwater pict, but so sorry I can't share my picts right now. Janji deh nanti bakal saya share in another post.
Setelah kita asik sendiri-sendiri menjelajah terumbu karang, salah satu guide saya mengajak saya  pergi terpisah dari rombongan untuk melihat pemandangan lain yang lebih indah. Dan saya pun dipandu menjelajahi dinding-dinding terumbu karang yang anemon lautnya lucu-lucu dan lebih indah dari tempat saya snorkling tadi.
Oya tempat kita snorkling kan terhitung dangkal, saat kita berenang ke tempat yang lebih dalam (sumpah ini ngeri banget kalo liat bawah) airnya kerasa lebih sejuk (bukan dingin, beda loh). Sejuknya kaya ada angin sepoi-sepoi gitu...UUUuhhh...asiiik banget. Ga bo'ong deh. Kita berenang cukup jauh sampe akhirnya balik dan mengakhiri acara snorkling hari itu. 


Selepas bolang pasti yang teriak pertama kali adalah: perut. Dan abis mandi dan ganti baju kita langsung melipir jalan di bibir pantai untuk mencapai resto tempet makan siang kita. Di pantai Bunaken ini ada resort-resort mewah yang mana (sayangnya) punya orang italy. Hopefully, nanti pemerintah bisa lebih dominan dalam pengelolaan resort di berbagai pantai indah di Indonesia yah *pray*


Setelah berhasil mencapai resto, kita makan lahap banget sampe nambah-nambah. Menu nya tetep seafood :D
trus juga kita nyobain makan pisang kipas yang makannya dicocol sambal. Nah lo..unik kan. Pisangnya ga yang muanis dan lembek tapi jenis pisang yang ga terlalu manis dan aga crunchy gitu. Dan ini juga cemilan khas di Manado. Slurpp lah..
Sambil makan saya perhatiin anak-anak kecil di Bunaken ini maennya ud di laut. Kalo di komplek saya tuh anak umur dua tahunan maennya di lapangan, nah kalo di sini "halaman" atu "lapangannya" ya laut itu sendiri. Bahkan kaya nya mereka emang dilatih gitu. Wuih, ngiri liat maen di air laut kaya biasa aja padahal saya aja umur segitu masih main barbie ama rumah-rumahan (*ga patut dibanggakan*)


Selesai lah plesiran hari itu dan kita kembali pulang lewatin hamparan laut yang luas, liat hutan bakau di pinggiran, ngucapin sayonara sama terumbu-terumbu karang dan bulu babi yang keliatan dari permukaan laut. HHhhhh...great experience ever!

Day 5:
Time to back home and captured everything on my memory. Berdoa suatu saat saya bisa kembali ke Manado dan scuba diving di Lembeh atau dimanapun Manado would take me :) :) :)






Yap itu adalah lima hari saya di Manado. Lima hari saya yang menyenangkan. Lima hari saya yang ga bakal saya lupain. Dan lima hari saya ini semoga bisa kamu rasain juga suatu saat nanti saat berkunjung di Manado. See you soon, souls :* :*




Love, Your Ranee

Thursday, September 29, 2011

Be My Part, Like Chips In a Cookie

Having a sister is like having a best friend you can't get rid of. You know whatever you do, they'll still be there.
(Amy Li)

Saturday, July 16, 2011

Surabaya Tourism Ambassador.

Hey, gorgeus. Today, after my long hibernation (haha) I'll post about my new activity. This activity is which I focus on since May. And, yes, that's Cak dan Ning Surabaya. Cak Ning are terms that used to call the tourist ambasadors of Surabaya. Yes, we are. We do have a great attention to our great lovely city Surabaya. We do many things to develop and introduce Surabaya to other countries locally and even Internationally. We've selected after many steps of selection and end up by a huge election on the grand final day. It's proudable. Many experience, new mates, new "world", and much more. Our efforts are pricefull. Hopefully, we could give the very best of us to Surabaya. Sparkling Surabaya, You'll love every corner of it.

Friday, April 29, 2011

sport time!!

Today, I'll have soccer time. But it's not like a real soccer in a large field. It's played in a little field like volly with estetic grasses. I'm soooo into it. I'm very excited from the first time my friends invite me to join this sport. Well, in Indonesia we called it Futsal. It's fun, helty and moodbooster!! So, What sport do you interested in, peeps?

Monday, April 11, 2011